close
No account yet? Register
LOGIN

Search Property


Price
-  Rp.

Who's Online

We have 5 guests online
Checklist Dalam Memilih Rumah PDF Print E-mail

Memilih rumah tidaklah segampang memilih baju ataupun makanan yang hendak disantap
hari ini. Di samping karena valuenya yang jauh lebih besar, kita juga memiliki
pengharapan untuk menempati rumah tersebut dalam waktu yang cukup lama. Kegagalan
memilih rumah yang tepat, dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi anda, baik
dari segi finansial maupun waktu. Karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli
ataupun mengontrak rumah, sebaiknya anda mengetahui hal-hal berikut:

1. Lingkungan.

Sebelum anda mencapai rumah yang anda tuju, tentunya anda akan melewati lingkungan
sekitar, perhatikan lingkungan yang dilalui, apakah sudah sesuai dengan impian
anda. Kenalilah siapa saja tetangga anda. Fasilitas lingkungan juga dapat memberikan
nilai tambah, seperti lapangan tenis, kolam renang, sports club, jogging area,
taman bermain dsb.

2. Keamanan.

Anda harus memiliki rasa aman dan nyaman untuk tinggal dalam rumah anda. Pada
siang hari, saat anda bekerja dan anak anda pergi sekolah, apakah anda dapat
meninggalkan rumah anda dalam kondisi kosong tanpa rasa was-was? Pada malam
hari, apakah anda dapat tidur dengan nyenyak karena anda yakin semua isi rumah
tidak akan berkurang saat anda bangun keesokan hari?

3. Kondisi rumah.

Apakah anda perlu menyiapkan budget tambahan untuk merenovasi rumah?

4. Fasilitas rumah.

Apakah fasilitas rumah sesuai dengan kebutuhan anda, seperti jumlah kamar utama
dan kamar pembantu, jaringan telpon, daya listrik, sumber air bersih, dapur
bersih/dapur kotor, gudang.

5. Akses.

Bagaimana akses ke rumah anda? Apakah lokasinya cukup strategis untuk dilalui
jalur angkutan umum? Apakah tersedia cukup tempat parkir? Apakah jalan cukup
lebar untuk dilalui mobil?

6. Posisi rumah.

Beberapa pemilik rumah masih memperhatikan faktor fengshui untuk melihat peruntungan
tempat tinggal bagi kesehatan ataupun usahanya. Sementara sebagian lainnya,
melihat posisi rumah untuk memperhatikan posisi matahari saat pagi, siang dan
sore hari, apakah sangat terik justru pada saat-saat anda ada di dalam rumah?

7. Sejarah rumah.

Anda perlu mengetahui sejarah rumah, karena dapat mempengaruhi penilaian atas
rumah tersebut. Misalnya pernah ditinggali oleh selebritis atau pejabat, maka
harga rumah cenderung lebih tinggi dibandingkan rumah sekitarnya. Ataupun pernah
ditinggali oleh mahluk halus, maka harga rumah cenderung menurun dibandingkan
rumah sekitarnya. Untuk itu, tanyalah kepada pemilik rumah sebelumnya ataupun
cari tahu kepada tetangga ataupun agen properti yang menangani rumah tersebut.
Bagaimana sejarah harga rumah di lingkungan tersebut untuk mengetahui harga
purna jual. Berapa kenaikan harga tanah per tahun?

8. Rawan banjir dan rawan kebakaran.

Daerah banjir biasanya meninggalkan noda kecoklatan yang susah dihilangkan pada
bagian yang sering tergenang. Perhatikan tembok depan rumah ataupun tembok tempat
sampah akan adanya noda coklat bekas genangan air. Jika anda memilih lingkungan
rumah yang sangat padat, terutama di gang-gang yang rumahnya saling berdekatan,
anda perlu mewaspadai mudahnya api menjalar saat terjadi kebakaran. Asuransi
rumah merupakan hal yang perlu anda pertimbangkan jika anda memilih rumah di
kawasan yang padat.

9. Kelengkapan sertifikat.

Apakah rumah tersebut dalam status sengketa?

10. Tunggakan biaya.

Jika anda menempati rumah sekunder, periksalah apakah semua iuran sudah dilunasi (telp, listrik, dsb) ?

11. Polusi.

Berapa tingkat polusi di daerah rumah anda? Apakah berdekatan dengan pos pembuangan
sampah atau restauran yang dapat menyebarkan wangi udara tertentu? Apakah berdekatan
dengan tempat ibadah / sekolah / mall / sarana publik lainnya yang dapat menimbulkan
keramaian di saat-saat anda membutuhkan keheningan? Perhatikan suara lalu lalang
kendaraan di depan rumah, apakah terdengar jelas dari dalam rumah.
Dengan adanya checklist ini, akan semakin mendekatkan anda dalam menemukan
rumah yang anda idamkan, dan mengurangi kekuatiran atas timbulnya biaya-biaya
tak terduga di kemudian hari.

Sumber: Herman Tanggar 

 
< Prev   Next >